TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT UNTUK MEMBANGUN GENERASI EMAS


no image
      Anak-anak adalah penerus bangsa yang memiliki potensi besar untuk meraih sukses dan cemerlang di masa depan. Agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia, dibutuhkan kebiasaan yang baik sejak usia dini. Kebiasaan tersebut perlu dilatih baik di rumah maupun di sekolah. Sesuai dengan Surat Edaran Bersama (1) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (2) Menteri Dalam Negeri dan (3) Menteri Agama Nomor 1 tahun 2025 tentang : Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045.
Berikut adalah tujuh kebiasaan yang dapat membentuk anak Indonesia menjadi pribadi yang hebat :
1.     Bangun Pagi
Bangun pagi adalah kebiasaan pertama yang sangat penting untuk memulai hari dengan energi positif. Anak-anak yang terbiasa bangun pagi akan merasa lebih segar dan siap menjalani aktivitas sehari-hari. Bangun pagi memberi waktu lebih untuk persiapan diri, mulai dari olahraga ringan, sarapan sehat, hingga merencanakan hari mereka. Kebiasaan ini juga membantu anak memiliki kedisiplinan yang baik, yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini sebagaimana yang sering dilakukan oleh peserta didik SMA Plus Bustanul Ulum Mlokorejo yang juga berada di dalam naungan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo. Mereka bangun pukul 03.30 untuk segera bergegas menjuju ke masjid shalat tahhajjud dan menunggu adzan subuh dikumandangkan. Dan ini adalah awal pagi mereka beraktivitas.
2.     Beribadah
Beribadah adalah kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan anak dengan Rabb, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual yang tinggi. Anak yang terbiasa beribadah akan tumbuh dengan sikap rendah hati, peduli sesama, dan memiliki rasa syukur. Kebiasaan ini menjadi pondasi bagi anak untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijaksana dan tabah. Selain merupakan kewajiban syariat mereka tidak hanya menjalankan hal yang wajib namun yang sunnah mereka lakukan seperti shalat sunnah, puasa sunnah, infaq, shadaqah dan lain sebagainya yang dijarkan oleh guru dan para senior serta yang menjadi rutinitas dalam kebiasaan sekolah di pesantren sampai dilanjutkan saat mereka berada di rumah saat liburan dengan pembinaan orang tua masing-masing.
 3.     Berolahraga
Kebiasaan berolahraga tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan motorik dan daya tahan fisik anak. Olahraga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama tim dan kemampuan berkompetisi dengan sehat. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak juga akan lebih fokus dalam belajar dan lebih siap menghadapi hari-hari yang penuh tantangan. Hal ini juga dibiasakan oleh mereka terumata aktivitas setelah shalat subuh berjamaah dengan kembali ke asrama yang jaraknya sekitar 300 meter kemudian kembali lagi menuju masjid dan aula untuk mengikuti halaqah serta kembali lagi ke asrama untuk persiapan sekolah, hikmahnya mereka tidak tidur setelah shalat subuh dengan menahan kantuk serta secara otomatis adalah gerakan perjalan kaki yang tidak kurang dari 900 meter pada pagi harinya, lain lagi pada siang hari, sore dan malamnya sehingga dalam 24 jam perjalanan kaki tidak kurang dari 2700 meter. Selain itu ada agenda khusus berolahraga baik senam maupun olahraga lainnya secara teratur. 
4.     Makan Sehat dan Bergizi
Makanan yang sehat dan bergizi sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan mental anak. Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan bergizi akan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, belajar, dan tumbuh dengan optimal. Memperkenalkan kebiasaan makan sehat sejak dini akan menanamkan pola makan yang baik sepanjang hidup mereka, sehingga mereka dapat terhindar dari masalah kesehatan di masa depan, seperti obesitas dan penyakit kronis. Namun bagi mereka hal ini kurang karena kehidupan di pesantren mengajarkan hidup sederhana dengan makanan dan minuman yang prioritas bersih dan suci. Sementara menjadikan sempurna agar lebih sehat dan bergizi perlu ada tahapan dan upaya.
5.     Gemar Belajar
Anak-anak yang memiliki kebiasaan gemar belajar akan terus berkembang dan tidak cepat merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. Kebiasaan ini melatih rasa ingin tahu dan kreativitas anak, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan analitis. Belajar yang mereka lakukan adalah full day and night dari pagi sampai malam dengan koridor istirahat yang cukup. Mereka memadukan serta mendalami minimal dua kelimuan yaitu ilmu agama dan ilmu umum/formal serta keterampilan lainnya.
6.     Bermasyarakat
Kebiasaan bermasyarakat mengajarkan anak untuk memiliki rasa empati, peduli terhadap orang lain, serta menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Anak-anak yang terbiasa berinteraksi dalam lingkungan sosial akan belajar tentang nilai-nilai tolong-menolong, kerjasama, dan menghargai perbedaan. Dengan memiliki kebiasaan ini, anak akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi Masyarakat hingga dewasa dan akhirnya menjadi teladan bagi masyaratkatnya.
7.     Tidur Cepat
Tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental anak. Anak-anak yang terbiasa tidur lebih awal akan mendapatkan kualitas tidur yang baik dan cukup, yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan pemulihan tubuh. Tidur yang cukup juga membantu otak anak untuk menyimpan informasi yang dipelajari seharian, sehingga mereka dapat lebih siap dan fokus untuk menghadapi aktivitas di hari berikutnya. 
      Dari tujuh kebiasaan ini, jika diterapkan secara konsisten sejak dini, dapat membentuk anak Indonesia menjadi pribadi yang hebat dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kebiasaan yang baik akan menjadi pondasi untuk kesuksesan anak-anak dalam kehidupan mereka, baik di bidang agama, akademik, sosial, maupun karier. Oleh karena itu, generasi emas yang tidak hanya cerdas secara religi dan akademis, tetapi juga kuat secara fisik, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia.