PENGUATAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)


no image

Pada hakikanya Manusia sebagai mahluk yang terus berkembang, selalu berinovasi hal hal baru dan kemajuan teknologi yang semakin pesat,  seiring dengan perkembangan dari jaman ke jaman ditandai oleh adanya perubahan. Perubahan tersebut ditandai dengan adanya aktivitas belajar terhadap pembaruan perkembangan jaman, karena pada dasarnya manusia itu tidak pernah puas terhadap apa yang dijadikan produktivitas nya yang dulu terhadap produktivitas saat ini, selalu berinovasi terhadap tantangan jaman. Bagitu juga dengan pendidikan yang ada di Indonesia yang selalu menciptakan hal hal baru Oleh karenanya seiring dengan berjalannya waktu perbaruan kurikulum terus dilakukan oleh pemerintah demi kemajuan pendidikan dan adaptasi terhadap tuntukan kehidupan dimasyarakat.

Kamis tanggal 26 Oktober 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Abdullah Yaqin (STAI RAYA) mendapat undangan dari Kopertais IV Wilayah Surabaya untuk mengikuti dalam kegiatan “Penguatan Implentasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menugasnya Wakil Ketua I Bidang Akademik H. Faiz Azizi, M.Pd untuk hadir diacara tersebut di Hotel Halogen Sedati Sidoarjo Jatim. kegiatan tersebut dihadiri oleh perguruan – perguruan tinggi swasta yakni kurang lebihnya terdapat 194 PTKIS hadir diacara tersebut.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka  merupakan inisiatif yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari reformasi pendidikan tinggi. Program ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kemerdekaan kepada mahasiswa dalam pemilihan mata kuliah, pengetahuan soft skills, serta mengurangi birokrasi yang berlebihan di perguruan tinggi. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam dan kreatif bagi mahasiswa, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka dengan baik.

Konsep Pembelajaran MBKM di PTKI termaktup dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 1591 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Implementasi Merdeka Belajar -  Kampus Merdeka pada PTKI ada delapan point dalam Pembelajaran MBKM yakni, 1) Pertukaran Mahasiswa. 2)  Magang/Praktek Kerja. 3) Asistensi Mengajar 4) Proyek Kemanusiaan 5) kegiatan Wirausaha 6) studi /Proyek Independen 7) membangun Desa/KKN Tematik 8) Moderasi Beragama. Selanjutnya MBKM di naungan kemenag RI dikenal dengan Merdeka Belajar PTKI Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikenal dengan MERPATI KEMENAG RI.

Kopertais IV Surabaya menghimbau kepada para perguruan tinggi swasta dibawah naungannya untuk mengimplementasikan kurikulum MBKM yang 8 point tersebut meski tidak semuanya dilaksanakan karena terbagai macam kendala masing masing perguruan tinggi swasta setidaknya beberapa point tersebut mulai diterapkan terutama ditekannya pada Pertukaran Mahasiswa dan lain lainya. Manfaat dari program tersebut adalah kegiatan dapat dkonversi menjadi sks, perluasan jaringan hingga keluar program studi dan universitas, eskplorasi dan kemampuan dilapangan selama lebih satu semester, menimba ilmu secara langsung dari mitra bekualitas dan terkemuka.

Profesi tidak selalu harus mengikuti jalur pendidikan yang linier. Banyak orang sukses yang telah mengambil jalan yang berbeda dari pendidikan formal mereka dan mencapai kesuksesan dalam berbagai profesi. Pengalaman, keahlian dan kemampuan yang diperoleh diluar lingkungan pendidikan juga dapat menjadi nilai tambah dalam karier seseorang. Flesibelitas dalam memilih jalur karier dan terus belajar sepanjang hidup dapat memungkinkan seseorang untuk mencapai tujuan mereka. Maka dari itu dengan adanya MBKM harapannya pada outcome mahasiswa setelah lulus studinya akan lebih menjanjikan.